Kamis, 13 September 2012

MENGANALISA KERUSAKAN PADA KIPAS ANGIN

Berikut ini beberapa kerusakan yang sering kita jumpai pada sebuah kipas angin. (kipas yang dimaksud disini adalah kipas angin yang digerakan oleh arus listrik 220 volt).
  • Kipas angin mati total, kipas angin dengan kerusakan mati total ditandai dengan bila tombol di ON kan Baling baling kipas tidak berputar, tidak ada getaran sama sekali di motor kipasnya.(seperti tidak ada arus listik yang masuk), untuk cara mengatasinya pertama periksa sekring, kabel power (mungkin putus), cek tombol speednya, cek tombol timer (kalau ada). apabila ke empat elemen tersebut dalam kondisi baik kemudian untuk langkah kedua, cek motor kipas ( cek menggunakan multi tester) mungkin gulungannya putus atau bahkan terbakar (kemungkinan paling fatal ).
  • Kipas angin Baling-baling berputar tetapi pelan. Kerusakan seperti ini ditandai dengan : apabila tombol di ON kan motor/dinamo kipas akan bergetar seperti dengung, baling-baling berputar pelan atau bahkan tidak berputar sama sekali. berikut solusi untuk kerusakan seperti ini. Pertama pastikan bahwa AS nya tidak seret / macet (jika macet harus dibersihkan dulu), Kedua pastikan bahwa antara as dengan bos (bearing) nya tidak goyang/ kendor, setelah kedua langkah tersebut sudah oke tetapi kipas ndak mau berputar juga kita ambil langkah berikutnya yaitu ganti kapasitornya ( biasanya ukuran 1 mf, 1.5 mf dansebagainya)
  • Kipas angin salah satu speednya mati, (misal kipas angin mempunyai 3 tombol speed, tetapi speed no 3 mati), kemungkinan pertama kerusakan pada tombol speednya, kemungkinan kedua kerusakan pada motor/dinamo kipasnya.
  • Kipas angin tidak bisa Tengok kanan dan kiri, Untuk kerusakan seperti ini periksa bagian belakang motor/dinamo kipas, biasanya karena terlalu lama dipakai baut pengunci antara dinamo dan roda gigi kendor. untuk kipas angin yang menggunakan dinamo tersendiri, periksa saklar on/off nya dan ada kemungkinan dinamo penggeraknya yang rusak.
  • Untuk kerusakan non tehnis seperti, baling-baling paecah , leher kipas angin patah dan sebagainya , bisa kita ganti / perbaiki.
  • Untuk kipas angin yang sudah menggunakan Remote control, kerusakan pada rangkaian control elektroniknya jarang terjadi, tapi kemungkinan ada juga.
Masih banyak lagi kerusakan-kerusakan pada kipas angin yang belum bisa ditulis disini.
Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar